Manajemen Air Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

Posted by Cheria Groups on Senin, 26 Mei 2008

Manajemen Air Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

Data yang dikutip dari siaran pers UNDP dalam rangka memperingati hari air sedunia, menyebutkan sekitar 800 juta penduduk di seluruh dunia, mengalami kekurangan air kronis yang merupakan ancaman terhadap kerusakan sistem ekologi, meningkatnya persaingan untuk mendapatkan air, serta meruncingkan ketegangan lintas batas. Dengan realitas dan fakta yang ada ini, maka tema Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2008 adalah “Menghadapi Kelangkaan Air”, sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini.
Situasi kekurangan air hampir dialami oleh sebagian besar negara miskin serta berkembang, seperti Indonesia. Laporan MDG’s ke PBB menyebutkan 72,5 juta penduduk Indonesia sama sekali tidak punya akses sanitasi (air bersih, mandi, mencuci, tinja). Menurut Firdaus Cahyadi, jangankan untuk mandi dan memasak, untuk buang tinja saja tidak punya air. Sisa dari total penduduk kita, akses air bersihnya tergantung kepada siklus pasokan air dari pemasok air (PAM/PDAM) terutama di perkotaan. Namun itu dengan kualitas yang buruk. Selain keruh, kandungan air juga sudah tercemar limbah. Hampir setali tiga uang dengan kondisi di pedesaan yang sama buruknya. Air sungai mulai menyusut, keruh, dan berbau karena hulu sungai rusak akibat pembabatan hutan.

Kerusakan Hutan
Laju kerusakan hutan di Indonesia diperkirakan 2 juta ha per tahun. Hal ini merupakan yang tercepat di dunia. Jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut, maka 4,5 miliar penduduk bumi pada tahun 2015 akan mengalami kelangkaan air. Lantas, mengapa laju kerusakan hutan di Indonesia berpengaruh terhadap kelangkaan air dunia ? Jawabannya adalah potensi air di Indonesia menyumbang 6 % untuk kebutuhan dunia atau 21 % untuk kawasan Asia Pasifik. Kita tidak boleh tinggal diam. Kongkritnya, menghentikan segala bentuk penebangan hutan. Pemerintah tidak boleh lagi mengeluarkan ijin eksploitasi hutan untuk alasan apapun. Saat ini saja ada 700 juta penduduk di 43 negara hidup dibawah ambang batas kebutuhan air minimum, yaitu 1.700 m3/orang/tahun. Dalam 20 tahun, 3 milyar penduduk dunia akan hidup dibawah ambang batas tersebut.
Yang paling terkena dampaknya adalah rakyat miskin. Mereka tidak mendapatkan air bersih yang cukup untuk kesehatan perseorangan seperti mencuci tubuh dan pakaian, dan untuk mencegah timbulnya penyakit yang ditularkan melalui makanan dan air.

Persediaan Air
Cadangan air yang disimpan oleh bumi kira-kira 1,4 miliar km3. Luar biasa banyaknya. Namun, dari jumlah itu 97 % nya merupakan air laut. Sisanya, 1,7 % berbentuk gletser dan permukaan salju permanen yang sulit untuk dimanfaatkaan, serta 1,3 % merupakan sumber air utama kita (air tanah dan air permukaan). Dengan kata lain, sumber air kita terbatas. Sumber bahan baku air bersih di Indonesia berasal dari sungai, sumur, air artesis, mata air, danau, dan bendungan. Meskipun Indonesia termasuk 10 negara di dunia yang kaya akan air, itu tidak menjamin akses air bersih yang mudah bagi warganya. Sebab, air permukaan yang menyediakan air baku sudah banyak tercemar. Lambat laun dari waktu ke waktu sumber daya air bersih makin berkurang akibat pertambahan penduduk, perubahan iklim, kekeringan dan banjir, serta polusi.

Manajemen Air
Sumber daya air dimanfaatkan oleh berbagai macam pengguna untuk berbagai kebutuhan. Manajemen air yang efektif membutuhkan pendekatan sistem dengan mengintegrasikan sejumlah faktor. Cara yang digunakan merujuk kepada rekomendasi PBB mengenai manajemen pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi (Integrated Water Resources Management), yaitu membuat strategi nasional penggunaan air, alokasi air antar sektor, penanganan kualitas air, serta pengelolaan sistem penampungan air bersih.
Diharapkan, perencanaan dan manajemen sumber daya air akan bergerak menuju pendekatan sistem holistik dengan mengintegrasikan berbagai aspek termasuk pengadaan air untuk rumah tangga, industri, pertanian, drainase, pembangkit tenaga listrik, pengendalian banjir dan erosi, serta konservasi ekosistem. Dengan demikian dapat dikatakan ketersediaan air bersih menentukan kehidupan di masa depan yang lebih baik.

Sumber : gilitibo-wolorega.blogspot.com


Jasa Pembuatan Sumur Bor Artesis

Jasa Kontraktor Proyek Pembuatan Sumur Bor Artesis Air Tanah Perumahan, Hotel maupun Industri

Didukung Ahli dan Tukang Berpengalaman Kami Menawarkan Jasa pembuatan sumur bor Artesis untuk beragam keperluan baik perumahan, Hotel dan Industri.Pengeboran Dilakukan dengan Mesin Bor Khusus yang relatif lebih cepat dan memiliki kemampuan yang cukup untuk memperoleh kedalaman sesuai dengan sumber air yang ada. 30 -200 meter.

Hubungi

Tel/Fax :021-73888872, 021-7372864,021-70692409

www.dunia-air.com

Mengatasi Masalah Air Bau, Keruh, Kuning, Tercemar Logam dll, GARANSI.

Air Bersih, Kini Tidak Masalah Lagi

Judul: Manajemen Air Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
Rating: 10 out of 10 based on 24 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Cheria Groups

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...
Posted by: Cheria Wisata

1 komentar:

  1. luar biasa...pentingnya air bersih utk kelangsungan hidup manusia..subhanallah

    BalasHapus

Terima kasih telah berkomentar, kami segera reply pesan anda !

Perusahaan Deep Well Drilling Jasa Ahli Sumur Bor Artesis Submersible Untuk Pabrik Hotel Rumah Apartemen Perkebunan